Bahasa Indonesia Penting - Abad 21

Halaman ini dibuat karena sebagian masyarakat seringkali kelihatannya kurang mengerti artinya beberapa kata Bahasa Indonesia yang disebut terus di awal zaman reformasi ini. Sekarang mungkin saya dapat memahami salah satu masalah.

Setelah saya mengunjungi toko buku besar yang terkenal di Jakarta untuk mencari kamus Bahasa Indonesia yang berisi informasi atau definisi tentang "Kolusi", "Korupsi" dan "Nepotisme". Saya heran karena ada kamus-kamus popular yang tidak berisi kata-kata tsb sama sekali, dan beberapa yang lain tidak lengkap - mengapa bisa begini?

Setelah memeriksa beberapa kamus lagi akhirnya saya ketemu kamus dari Departemen Pendidikan Nasional (Balai Pustaka) yang sangat lengkap tetapi mahal (lebih dari Rp200.000,00). Pasti kamus ini tidak dibeli oleh banyak masyarakat, apa lagi dalam krisis ekonomi ini. Jadi saya kira Pendidikan Network, sebagai sumber informasi pendidikan, wajib membantu mengumumkan definisi bahasa yang sepenting ini. Di bawah adalah definisi dari kamus untuk tiga kata yang saya cari:

"Kolusi n kerja sama rahasia untuk maksud tidak terpuji; persekonkolan: hambatan usaha pemerataan berupa -- antara pejabat dan pengusaha;
berkolusi v melakukan kolusi: pejabat tinggi negara yg seharusnya menjadi panutan masyarakat, ternyata ada yg menggunakan wibawa jabatannya untuk ~ "
(Ref. Kamus Besar Bahasa Indonesia, 2001, P 582)

Saran saja: Sebagai contoh, pejabat pemerintah di negara termaju tidak boleh bekerjasama atau bergabung dengan pengusaha karena ada kesempatan besar untuk melakukan kolusi. Misalnya, walapun staf di Departemen Pendidikan di Australia, dari pengalamannya sendiri sudah tahu merek peralatan yang baik, mereka dilarang menyebut mereknya gara-gara kesempatan kolusi. Memang masyarakatnya heran kalau pejabat, departemen, atau direktorat bergabung dengan pengusaha. Kalau produknya atau pelayanan bermutu dan bergguna perusahan-perusahan tidak perlu menggunakan pejabat (dan sebaliknya). [P.Rekdale 28/4/01]


"Korupsi n penyelewengan atau penyalahgunaan uang negara (perusahan dsb) untuk keuntungan pribadi atau orang lain;
~ waktu (cak) penggunaan waktu dinas (bekerja) untuk urusan pribadi
mengorupsi v menyelewenkan atau menggelapkan (uang dsb) "
(Ref. Kamus Besar Bahasa Indonesia, 2001, P 597)


"Nepotisme n 1 perilaku yg memperlihatkan ke sukaan yg berlebihan kpd kerabat dekat:, 2 kecenderungan untuk mengutamakan (menguntungkan) sanak saudara sendiri; terutama dl jabatan, pangkat di lingkungan pemerintah; 3 tindakan memilih kerabat atau sanak saudara sendiri untuk memegang pemerintahan; para pemimpin banyak melakukan korupsi, menyalahgunakan kekuasaan dan cenderung ke arah ~ "
(Ref. Kamus Besar Bahasa Indonesia, 2001, P 780)


Barangkali artinya kata yang sangat penting di zaman reformasi ini adalah kata "reformasi" sendiri.
Apakah, negara ini sedang bereformasi?

"reformasi n perubahan secara drastis untuk perbaikan (bidang sosial, politik, atau agama) dl suatu masyarakat atau negara; ... "
(Ref. Kamus Besar Bahasa Indonesia, 2001, P 939)

  • "drastis a 1 tegas dan cepat; keras dan berpengaruh cepat: ... 2 menyeluruh; radikal: ... 3 hebat; luar biasa: ... "
    (Ref. Kamus Besar Bahasa Indonesia, 2001, P 276)


Bagian ini hanya dibuat sebagai penelitian sederhana untuk mengidentifikasikan kata-kata umum "era reformasi" yang menurut langganan Pendidikan Network mungkin kurang jelas bagi masyarakat umum. Kalau kita ingin berhasil menjalankan proses reformasi itu sangatlah penting kalau "seluruh masyarakat" dapat mengerti bahasa yang akan digunakan.

Terima kasih khusus kepada Pak Danny Pranayudha atas pertanyaan-pertanyaan pada tanggal 26 Feb 2002. Maaf kalau jawabannya singkat tetapi saya harus menulis beberapa buku kalau saya akan mencoba melengkapi jawabannya:

Nama: Danny Pranayudha
Kata yang ditanya atau medefinisikan: pendidikan dan pengajaran
E-mail Pengirim:
pranayudha@myquran.com Saran / Definisi:
Pertanyaan :
1. Apa beda definisi pendidikan dan pengajaran, tolong sebutkan semua definisinya dari semua sumber yang diketahui nara sumber?
"pendidikan n proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dl usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan; proses, cara, pembuatan mendidik;"
(Ref. Departemen Pendidikan Nasional, 2001, Kamus Besar Bahasa Indonesia, P 263)
Definisi di kamus ini dilengkapi dengan semua macam pendidikan mislanya ~ akademik, ~ kesehatan, dll.
Tetapi, menurut saya yang penting dan kurang di definisi di atas adalah:

  • Meningkatkan pengetahuan, pengertian, kesadaran, dan toleransi
  • Meningkatkan "questioning skills" dan kemampuan menganalisakan sesuatu - termasuk pendidikannya!
  • Meningkatkan kedewasaan individu - dari definisi di atas kami harus sangat kuatir kalau tujuannya hanya "pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok" - kita perlu tahu; (a) merubah sesuai dengan keinginan siapa, (b) menguntungkan siapa, (c) apakah kita menjadi robot atau manusia kalau "sikap dan tata laku" sama?
  • Untuk perkembangan negara (negara yang mana saja) kami sangat perlu pendidikan yang menghargai kreativitas dan "individual thinking" supaya negara dapat membuat sesuatu yang baru dan lebih baik (tidak hanya meng-copy negara lain).
"pengajaran n 1 proses, cara, perbuatan mengajar atau mengajarkan; 2 perihal mengajar; segala sesuatu mengenai mengajar; 3 peringatan"
(Ref. Departemen Pendidikan Nasional, 2001, Kamus Besar Bahasa Indonesia, P 17)
Dari definisi "pendidikan" di atas Anda dapat melihat hubungan dan bedanya pendidikan dan pengajaran (di-underline).

2. Bagaimana sistem pengajaran andragogik yang benar pada perguruan tinggi?

1. Setelah membahas hal pedagogi / andragogi beberapa tahun di Universitas Griffith waktu saya kuliah (jurusan Pendidikan Dewasa, Kejuruan, dan SDM) keputusan saya adalah bahwa kalau kita anggap semua pelajar kita (SD sampai PT) sebagai dewasa (matang) proses belajar/mengajar akan lebih lancar dan pelajarannya akan lebih menarik. Jadi, Apa bedanya? Memang saran ini perlu dijelaskan tetapi ini bukan forumnya.

2. Juga (menurut saya), tidak ada "satu" sistem pengajaran yang "terbaik". Kami tidak dapat melepas kewajiban kita untuk menggunakan segala sistem (dan metodologi) supaya pelajar kita dapat belajar secara efisien. Tetapi, di perguruan tinggi kita wajib untuk mengajar pelajar kita "cara belajar secara mandiri" supaya mereka akan siap untuk "Life-long Learning" dan kemandirian (ref. poin-poin di atas "pendidikan"). Mohon perhatian - cara belajar pendidikan "non-formal" adalah hal yang sangat penting (apa lagi di Indonesia).

Terima kasih. Saya sangat senang dengan pertanyaan-pertanyaannya. Mudah-mudahan jawabannya memuaskan. Saya memang siap untuk menerima dan memasang saran-saran dari lapangan mengenai hal-hal di atas di Pendidikan Network (atau Anda dapat menggunakan FORUMnya).
Salam sejahtera dan berjuang.
Phillip Rekdale
webmaster
dari : http://sltp.net/bahasa21.html

0 komentar: